Jumat, 30 Januari 2015

Peternakan Semut Jepang Purwokerto yang Hasilkan Rp1 Juta/Minggu



Bagi kebanyakan orang, Semut Jepang Purwokerto hanya dianggap sebagai hewan pengganggu yang harus disingkirkan karena suka menggigit. Namun, tidak demikian halnya dengan seorang pria asal Purwokerto, Jawa Tengah, yang justru membudidayakan atau beternak Semut Jepang Purwokerto rangrang untuk hasilkan telur Semut Jepang Purwokerto atau Anak Semut Jepang .

Adalah Prihandono, pria berusia 45 tahun warga Desa Sokaraja Wetan, Kecamatan Sokaraja,  Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang memiliki usaha yang oleh kebanyakan orang masih dianggap tidak lazim, yakni beternak Semut Jepang Purwokerto. Semut Jepang Purwokerto yang diternak Prihandono pun bukan Semut Jepang Purwokerto biasa, tetapi Semut Jepang Purwokerto rangrang salah satu jenis Semut Jepang Purwokerto yang dikenal sangat sakit jika menggigit.

Bagaimana Prihandono menjalani usahanya?

Prihandono mengatakan, pertama-pertama untuk memulai bisnisnya yakni membuatkan rumah untuk Semut Jepang Purwokerto. Untuk membuatkan rumah bagi Semut Jepang Purwokerto-Semut Jepang Purwokerto tersebut agar betah tinggal dan tidak kabur hanya dengan menggunakan media sederhana yakni berupa botol-botol bekas air mineral.

“Saya juga harus memberi makan dan minum secara teratur pada Semut Jepang Purwokerto peliharaan ini agar tidak mati dan cepat bertelur,” ungkap Prihandono.

Menurut Prihandono, suhu tempat Semut Jepang Purwokerto ini tinggal juga harus di perhatikan, jika udara terlalu panas harus menyemprotkan air layaknya embun agar suhu menjadi lebih dingin. “Sebab bila terlalu panas Semut Jepang Purwokerto peliharaannya bisa mati,” jelasnya.


Sebelumnya menjadi peternak Semut Jepang Purwokerto rangrang, Prihandono mengaku dirinya pernah menjadi peternak kambing, namun karena harga pakan kambing terus meroket dan selalu merugi, dirinya kemudian banting setir dan beralih beternak Semut Jepang Purwokerto rangrang ini.

“Selain hasil yang diperoleh cukup lumayan mencapai Rp800 ribu-Rp1 juta per minggunya, pengeluaran untuk pakan Semut Jepang Purwokerto juga sangat sedikit hanya sekitar Rp30 ribu per minggu yakni untuk membeli jangkrik yang dijadikan pakan atau membeli gula untuk minum Semut Jepang Purwokerto,” katanya.
Dengan cara ini, Prihandono mengaku dapat memetik hasil berupa telur Semut Jepang Purwokerto rangrang atau yang biasa dikenal dengan sebutan Anak Semut Jepang . Berkat ketelatenannya beternak Semut Jepang Purwokerto rangrang, dirinya dapat meraup rupiah antara Rp800 ribu-Rp1 juta per minggunya.

Prihandono mengungkapkan, di pasaran, harga Anak Semut Jepang  cukup lumayan mencapai Rp150 ribu rupiah per kilogram (kg). Oleh masyarakat, telur Semut Jepang Purwokerto atau Anak Semut Jepang  sangat dibutuhkan dan permintaannya sangat tinggi karena dipakai untuk pakan burung.

“Dalam seminggu, setidaknya saya dapat memanen Anak Semut Jepang  dua kali dari kandang Semut Jepang Purwokertonya ini dan sekali panen dapat memperoleh 3-4 kg,” jelasnya.

Selain itu, juga ada nutrisi dan obat-obatan tertentu yang biasanya dibeli Prihandono di toko dan harganya juga sangat murah. Dibandingkan dengan beternak kambing, Prihandono merasakan bahwa beternak Semut Jepang Purwokerto rangrang jauh lebih menguntungkan karena tidak menguras waktu dan tenaga.

“Semua bisa dilakukan secara santai di sela-sela kesibukan yang lain,” pangkasnya.

Lurah Purwokerto Mahir Berternak Semut Jepang



WALAUPUN kini Sunoto (40) menjabat sebagai Lurah di Desa Semut, Kecamatan Purwokerto Wetan yang kedua kalinya (dua periode-red), namun hobi Berternak Semut Jepang terus berlanjut, hingga membuahkan prestasi di beberapa ajang bergengsi dalam lomba Berternak Semut Jepang.

Sunoto yang menggeluti usaha Berternak Semut Jepang di Purwokerto sejak remaja ini, mengaku dengan Berternak Semut Jepang, inspirasi yang dituangkan dalam melihat ternaknya setiap pagi menjadikan kebanggan tersendiri, sehingga upaya pembudidayaan semut jepang purwokerto terus maju.

“Saya sering mengikuti lomba Berternak Semut Jepang di Jogjakarta, Solo. Dan Alhamdulillah dalam ajang lomba Berternak Semut Jepang Kabupaten Pekalongan saya meraih juara tiga,” ungkapnya.

Dijelaskan, pria berambut cepak ini, dalam Berternak Semut Jepang dalam ajang lomba yang diikuti oleh puluhan Berternak Semut Jepang di nusantara dengan karyanya “Berternak Semut Jepang Pekalongan”, menggambarkan kisah sejarah Kabupaten Pekalongan dan banyak unsur semut yang tertuang dalam karyanya. Seni Berternak Semut Jepang didalamnya mampu merebui hati dewan juri.




Lurah Purwokerto Mahir Berternak Semut Jepang

WALAUPUN kini Sunoto (40) menjabat sebagai Lurah di Desa Semut, Kecamatan Purwokerto Wetan yang kedua kalinya (dua periode-red), namun hobi Berternak Semut Jepang terus berlanjut, hingga membuahkan prestasi di beberapa ajang bergengsi dalam lomba Berternak Semut Jepang.

Sunoto yang menggeluti usaha Berternak Semut Jepang di Purwokerto sejak remaja ini, mengaku dengan Berternak Semut Jepang, inspirasi yang dituangkan dalam melihat ternaknya setiap pagi menjadikan kebanggan tersendiri, sehingga upaya pembudidayaan semut jepang purwokerto terus maju.

“Saya sering mengikuti lomba Berternak Semut Jepang di Jogjakarta, Solo. Dan Alhamdulillah dalam ajang lomba Berternak Semut Jepang Kabupaten Pekalongan saya meraih juara tiga,” ungkapnya.

Dijelaskan, pria berambut cepak ini, dalam Berternak Semut Jepang dalam ajang lomba yang diikuti oleh puluhan Berternak Semut Jepang di nusantara dengan karyanya “Berternak Semut Jepang Pekalongan”, menggambarkan kisah sejarah Kabupaten Pekalongan dan banyak unsur semut yang tertuang dalam karyanya. Seni Berternak Semut Jepang didalamnya mampu merebui hati dewan juri.


Serangga Kecil Penuh Khasiat Jual Semut Jepang Purwokerto yang Bisa Obati Penyakit Jantung



Jual Semut Jepang Purwokerto. BELUM banyak orang yang tahu tentang semut jepang. Serangga asal Negeri Sakura itu disebut Ari atau nama lainnya semut kesetiaan, yang memiliki banyak khasiat. Bahkan bisa menormalkan kolesterol dan menstabilkan tekanan darah. Banyak jenis semut ini, semut jepang Purwokerto, di antaranya, Lasius Spathepus, Camponotus Nipponicus, Polyrhachis Latona, Crematogaster Vagula, Polyergus Samurai, dan Ponera Swezeyi.

Sandi Aji, salah satu peternak semut Purwokerto mengatakan, semut jenis Polyergus Samurai memiliki khasiat sebagai obat herbal. Di antaranya menstabilkan kadar gula dalam darah penderita diabetes, menormalkan asam urat, menormalkan kolesterol, menstabilkan tekanan darah bagi penderita hipertensi, mengobati penyakit jantung, dan menambah vitalitas bagi pria.

Ciri-cirinya, lanjut dia, berbadan keras, bersayap tetapi tidak dapat terbang, memiliki enam kaki, hidup berkelompok, suka bereproduksi, dan bukan termasuk hewan kanibal. Pengembangbiakan semut jepang Purwokerto  tidak terlalu lama. Dalam dua bulan, dari 100 semut miliknya sekarang sudah menjadi 200 lebih semut. Satu ekor semut dipatok Rp 1.500.

Untuk penyembuhan penyakit, kata dia, dengan mengonsumsi semut bergantung dari jenis penyakitnya. Namun, rata-rata mengonsumsi semut jepang Purwokerto  sebanyak 2-8 ekor per sekali makan. Sehari biasanya semut dikonsumsi sebanyak 2-3 kali sehari. Cara makannya bisa bersama pisang. “Beternak semut cukup mudah. Dimasukkan ke toples yang diberi kapas. Makanannya hanya ragi tapai,” ujarnya.

Pria yang sudah lima bulan mengembangbiakkan semut jepang Purwokerto  ini, membeli bibitnya di Surabaya sebanyak 100 ekor semut seharga Rp 100 ribu. “Semut jepang berbeda dengan semut lainnya,” sebut dia.